Minggu, 03 April 2011

Kognisi, Afeksi dan konasi

A. Kognisi

Kognisi sebagai salah satu aspek dalam kepribadian yang menekankan pikiran-pikiran sadar pada manusia. Chaplin (1995) menjelaskan kognisi sebagai berikut:

Kognisi adalah satu konsep umum yang mencakup semua bentuk pengenalan. Termasuk di dalamnya ialah mengamati, melihat, memperhatikan, memberikan membayangkan, memperkirakan, berfikir, mempertimbangkan, menduga dan menilai

Sejalan dengan pengertian di atas, Piaget (Atkinson, 2005) mengemukakan teori yang mengenai perkembangan kognitif pada manusia. Ia menjelaskan bahwa perkembangan kognitif terdiri atas empat tahap, yaitu sebagai berikut:

  1. Tahap sensorimotor (kelahiran hingga 2 tahun)

Pada tahap ini, bayi membangun pemahaman tentang dunia dengan mengkoordinasikan pengalaman-pengalaman sensor (seperti melihat dan mendengar) dengan tindakan-tindakan motorik fisik. Oleh karena itu dinamakan dengan istilah sensorimotor.

Selama masa ini, bayi mengenal diri sebagai pelaku kegiatan dan mulai bertindak dengan tujuan tertentu. Ia mulai membedakan diri sendiri dengan objek. Penemuan penting pada tahap ini adalah konsep adanya benda permanen: menyadari bahwa benda tetap ada meskipun tidak lagi terjangkau oleh indra.

  1. Tahap praoperasional (2 hingga 7 tahun)

Pada tahap ini, anak-anak belajar menggunakan bahasa dan menggambarkan objek dengan imajinasi dan kata-kata. Selain itu anak-anak masih bersifat egosentris: mempunyai kesulitan menerima pandangan orang lain.

Selanjutnya, pada masa ini anak-anak mengelompokkan benda/objek menurut tanda. Misalnya: mengelompokkan benda yang berwarna biru walaupun berbeda bentuknya. Atau sebaliknya, ia mengelompokkan semua balok persegi yang berbeda warna.

  1. Tahap operasional konkret (7 hingga 12 tahun)

Pada tahap ini, anak-anak mampu berpikir logis mengenai objek dan kejadian. Mereka dapat mengklasifikasikan objek menurut bebrapa tanda dan mampu menyusunnya dalam suatu seri berdasarkan satu dimensi, seperti ukuran.

  1. Tahap operasional formal (12 tahun ke atas)

Pada tahap ini, individu mulai berpikir logis mengenai soal abstrak serta menguji hipotesis secara sistematis. Selain itu menaruh perhatian terhadap masalah masa depan, dan masalah ideologis.

Sebagai bagian dari pemikiran abstrak, anak remaja mengembangkan citra tentang hal-hal ideal. Mereka mungkin memikirkan tentang seperti apa orangtua yang ideal. Remaja mulai memikirkan kemungkinan-kemungkinan masa depan dan merasa terpesona dengan apa yang mungkin tercapai..

B. Afeksi

Merupakan aspek kepribadian yang berupa perasaan atau emosi pada diri individu. Chaplin (1995) menjelaskan afeksi sebagai “satu kelas yang luas dari proses-proses mental, termasuk perasaan, emosi suasana hati, dan temperamen. Perkembangan afeksi pada setiap periode perkembangan manusia dapat dijelaskan sebagai berikut.

  1. Masa Bayi

Pada waktu lahir, emosi tampak dalam bentuk sederhana, hampir tidak terbedakan sama sekali. Seiring dengan bertambahnya usia, emosi pada bayi mulai terbedakan, dan reaksi emosional dapat ditimbulkan oleh berbagai macam rangsangan.

Ada dua ciri khusus emosi pada bayi. Pertama, emosi bayi disertai dengan reaksi yang terlampau hebat bagi rangsangan yang menimbulkannya, terutama dalam hal marah dan takut. Emosi-emosi itu singkat saja tetapi kuat; sering muncul tetapi bersifat sementara dan berubah menjadi emosi lain kalau perhatian bayi dialihkan.

Kedua, emosi lebih mudah dibiasakan pada masa bayi dibandingkan pada periode-periode lain. Ini disebabkan karena terbatasnya kemampuan intelektual bayi sehingga mereka mudah dan cepat bereaksi terhadap rangsangan yang pada waktu lalu membangkitkan reaksi emosional. Misalnya bayi tidak mau masuk ke kamar dokter kalu pada kunjungan terakhir ia disuntik.

  1. Masa Kanak-kanak

Selama masa kanak-kanak emosi sangat kuat. Saat ini merupakan saat ketidakseimbangan karena anak-anak mudah terbawa ledakan-ledakan emosional sehingga sulit dibimbing dan diarahkan.

Emosi yang tinggi kebanyakan disebabkan oleh masalah psikologis daripada masalah fisiologis. Orangtua hanay memperbolehkan anak melakukan beberapa hal, padahal anak merasa mampu melakukan lebih banyak lagi dan ia cenderung menolak larangan orangtua. Di samping itu, anak-anak menjadi marah jika tidak dapat melakukan apa yang dianggap dapat dilakukan dengan mudah.

Pola emosional pada akhir masa anak-anak berbeda dengan pada masa awal dalam dua hal. Pertama, jenis situasi yang membangkitkan emosi. Kedua, bentuk ungkapannya. Perubahan tersebut lebih merupakan akibat dari meluasnya pengalaman dan belajarnya daripada proses pematangan diri.

Dengan bertambah besarnya badan, anak-anak mulai mengungkapkan amarah dalam bentuk murung, menggerutu, dan pelbagai ungkapan kasar. Ledakan amarah menjadi jarang karena anak mengetahui bahwa tindakan tersebut dianggap sebagai perilaku bayi.

  1. Masa Remaja

Secara tradisional masa remaja dianggapsebagai periode “badai dan tekanan”, suatu masa dimana ketegangan emosi meninggi sabagai akibat dari perubahan fisik dan kelenjar. Selain itu, meningginya emosi terutama karena remaja di bawah tekanan sosial dan menghadapi kondisi baru, sedangkan pada kanak-kanak dia kurang mempersiapkan diri untuk menghadapai keadaan-keadaan itu.

Pola emosi masa remaja adalah sama dengan pada masa kanak-kanak.. perbedaannya terletak pada rangsangan yang membangkitkan emosi dan derajat, dan khususnya pada pengendalian latihan individu terhadap ungkapan emosi mereka. Misalnya perlakuan sebagai “anak kecil” atau secara “tidak adil” membuat remaja sangat marah dibandingkan dengan hal-hal lain.

  1. Masa Dewasa

Setelah melewati masa remaja, maka individu yang berada pada tahap dewasa mempunyai emosi yang dapat dikendalikan dan dikontrol. Hal ini sejalan dengan perkembangan kognitif pada tahap tersebut. Orang dewasa telah mampu menempatkan dimana emosi itu bisa ditunjukkan dan kapan tidak.

Emosi yang sangat menonjol pada masa ini adalah cinta dan perhatian terhadap lawan jenis. Pada masa ini individu telah memikirkan masa depan serta pasangan hidupnya.

  1. Masa Lansia

Masa ini merupakan masa penutup pada rentang kehidupan seseorang, yaitu suatu masa dimana seseorang telah “beranjak jauh” dari periode terdahulu yang lebih menyenangkan, atau beranjak dari waktu yang penuh dengan manfaat.

Pada usia lanjut, emosi yang nampak tidak lagi seperti pada masa-masa sebelumnya (dewasa, remaja) yang penuh gejolak. Manusia karena kemunduran fisik dan mental maka emosi pun tidak dimunculkan dengan mencolok. Sehingga nampak bahwa pada usia lanjut ini, manusia penuh dengan kebijaksanaan.

C. KONASI

Aspek yang terakhir yang terdapat pada kepribadian setelah kognisi dan afeksi adalah konasi. Aspek konatif kepribadian ditandai dengan tingkah laku yang bertujuan dan impuls untuk berbuat. Konasi berupa bereaksi, berusaha, berkemauan, dan berkehendak (chaplin,1995).

Menurut Freud konasi merupakan wujud dari kognisi dan afeksi dalam bentuk tingkah laku. Pada perkembangan kepribadiannya, Freud memandang bahwa tahun-tahun permulaan masa kanak-kanak merupakan dasar pembentukan kepribadian. Segala sesuatu yang ada dalam pikirannya ia wujudkan dalam bentuk perilaku yang nyata yang terbagi dalam beberapa fase menurutnya:

  1. Fase Oral (0-1 tahun)

Pada fase ini mulut merupakan daerah pokok yang paling peka. Mulut adalah sumber utama kenikmatan untuk bertahan hidup. Contohnya bayi mampu menyusu pada ibunya dengan sendirinya, hal ini merupakan pemuas kebutuhan dasar akan makanan atau air.

Melalui kepuasan oral bayi memperoleh kepribadian yang optimis dan rasa percaya.kekurangpuasan dalam rangsangan oral dapat mengakibatkan kepribadian bayi menjadi pesimis, tidak percaya pada orang lain, suka mengejek atau agresif dan sikap ketergantungan.

Pada akhir masa oral yang biasa juga disebut sebagai fase oral aggressive atau oral sadistic dimana bayi sudah mulai memilikigigi sehingga menggigit atau mengunyah sesuatu merupakan wujud ketidakpuasan akan ketidakhadiran ibu atau ketiadaaan objek pemuas kebutuhan.

  1. Fase Anal (1-3 tahun)

Fase anal dimulai setelah masa oral sampai umur 3 tahun. Fase ini difokuskan pada anus/dubur, dimana anak memperoleh kesenangan dengan cara mempermainkan atau menahan kotoran.

Pada fase ini anak mulai diperkenalkan toilet training yaitu latihan buang air dengan pergi ke toilet pada waktu dan tempat yang tepat yang menimbulkan rasa keteraturan dan kebersihan pada anak. Cara-cara orangtua memperkenalakan toilet training pada anaknya menentukan perkembangan anak tersebut selanjutnya di masa dewasa. Penerapan yang keras dan menekan akan mengakibatkan anak keras kepala, kaku, kikir, terlalu teliti, ekstrem dalam soal kebersihan, bimbang, serta sukar melakukan toleransi terhadap kebingungan yang dihadapi. Sedangkan cara penerapan yang permisif mengakibatkan individu kejam, pembenci, serta kecendrungan memandang orang lain sebagai objek untuk dimiliki dan dikuasai.

  1. Fase Falik (3-6 tahun)

Pada fase ini anak mulai menyadari alat kelaminnya dan perbedaan jenis kelamin. Kesenangan ditimbulkan pada daerah kelamin dengan cara mempermainkannya. Pada fase ini terdapat fenomena oedipus compleks dan elektra compleks.

Oedipus compleks merupakan perasaan cinta seorang anak laki-laki terhadap ibunya diserta dengan perasaan permusuhan pada ayahnya karena menganggap bahwa ayah sebagai figur yang akan merebut kasih sayang ibu terhadapnya.

Elektra compleks merupakan perasaan cinta anak perempuan terhadap ayahnya disertai dengan perasaan permusuhan pada ibunya karena menganggap bahwa ibu sebagai figur yang akan merebut kasih sayang ayah terhadapnya.

  1. Fase Laten (5- 12 atau 13 tahun)

Pada fase ini dorongan dinamis pada anak seakan-akan laten (menghilang) sehingga anak-anak pada masa ini secara relative lebih mudah dididik daripada fse-fase sebelum dan sesudahnya. Energi libidinal disalurkan ke dalam aktivitas-aktivitas nonseksual seperti belajar, olahraga, dan berteman. Periode laten inimerupakan periode persiapan bagi perkembangan psikoseksual berikutnya. Pada periode ini juga anak mulai melakukan perbandingan seksual.

  1. Fase Pubertas (12/13 – 20 tahun)

Pada fase ini impuls-impuls yang sebelumnya seakan-akan laten, menonjol kembali sehingga kativitas individu dinamis kembali. Apabila impuls-impuls yang menonjol ini dapat dipindahkan atau disublimasikan oleh das ich maka sampailah orang pada fase kematangan akhir, yaitu fase genital.

  1. Fase Genital (20 tahun ke atas)

Cathexis pada fase falik mempunyai sifat narsistis, yang berarti bahwa individu mendapatkan kepuasan dari perangsangan dan manipulasi tubuhnya sendir dan orang lain hanya memberi bentuk-bentuk tambahan kenikmatan.

Pada fase genital ini narsisme diarahkan ke objek luar dan individu muali belajar dicintai orang lain dengan alsan-alasan altruistik, dan bukan alasan narsistis. Dorongan-doronganaltruistik ini selanjutnya disosialisasikan dalam bentuk-bentuk pemindahan objek, sublimasi, dan identifikasi.


DAFTAR PUSTAKA

Alwisol. 2005. Psikologi Kepribadian. Malang: UMM Press.

Atkinson, R. L., Atkinson, R. C & Hilgard, E. R., 2005. Pengantar Psikologi, Edisi VIII Jilid 1. Terjemahan oleh Nurdjannah & Rukmini. Jakarta: Erlangga

Atkinson, R. L., Atkinson, R. C., dan Smith, E. E. 1998. Pengantar Psikologi, Edisi kesebelas Jilid 2 (terjemahan). Batam: Interaksa.

Benson, N. C. & Grove, S. 2000. Psychology for Beginners. Terjemahan oleh Medina Chodijah. Bandung: Mizan.

Chaplin, C. P. 1995. Kamus Lengkap Psikologi. Cetakan ketiga, diterjemahkan oleh Kartini Kartono. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Farozin & Fathiyah. 2004. Pemahaman Tingkah Laku. Jakarta: Rineka Cipta

Hurlock, E. B. 1980. Psikologi Perkembangan, edisi kelima (terjemahan). Jakarta: Erlangga.

Koswara, E. 1991. Teori-teori Kepribadian. Bandung: Eresco.

Pervin, A. L. 1993. Personality. John Willey & Sons Inc: USA

Santrock, J. W. 2002. Life Span Development: Perkembangan Masa Hidup, edisi kelima. Terjemahan oleh Juda Damanik dan Achmad Chusairi. Jakarta: Erlangga.

Suryabrata, S. 2003. Psikologi Kepribadian. Jakarta: raja Grafindo Persada.


2 komentar:

Anonim mengatakan...

The difference between men and boys is the price of their toys.

benx08 mengatakan...

makasih yah gan postingannya membantu nih buat tugas kuliah ane :D

<a href="ngaosbio.blogspot.com> by benx08 </a>