Minggu, 04 Juli 2010

Pandangan Kewirausahaan di era globalisasi

Kesuksesan yang paling besar adalah meniru cara orang-orang yang sukses menangani situasi tertentu. Setiap orang benar-benar melakukan karya yang menakjubkan dalam area tertentu. Ide-ide yang digunakan dapat membuat anda menjadi lebih baik apabila anda memulainya lebih dahulu daripada orang lain.
Bill gates (PC), Dell (IBM), Bezos (Amazon.com), Koch (McDonald), Sanders (KFC), Morita (Walkman Sony), Tirto (Aqua dan VIT), Sosrodjojo (Sosro), Sukiyatno (Es Teler 77), Adi (Indomall, or.id), Wiro (datakencana.com), dan nama-nama lainnya yang digerakkan oleh ide cemerlang dan berhasil memperoleh keuntungan dan hasilnya sekarang. Ide cemerlang dan impian untuk mandiri itulah yang antara lain, menyebabkan mereka rela bekerja keras tanpa harus disupervisi oleh siapapun. Hal yang sama juga menyebabkan mereka tidak berminat untuk menyibukkan diri membaca lowongan pekerjaan dan ikut memperpanjang barisan pencari kerja.
Nama-nama yang terdapat diatas tidak mencapai semua prestasi mereka hanya bermodalkan ide dan impian. Mereka pada saat yang sama menunjukkan kreativitas, inovasi, kemandirian, berani, tidak mudah putus asa, dan mampu melihat peluang. Hal-hal tersebutlah yang tercakup bagi dari seorang yang memiliki jiwa kewirausahaan.
Selain itu, Riyanti (2003) juga menjelaskan bahwa terdapat prediktor yang baik bagi keberhasilan wirausaha, yaitu: konsep adversity. Secara teoritis, konsep adversity terkait erat dengan keberhasilan wirausaha karena menjalankan usaha pribadi memerlukan keberanian untuk menghadapi kegagalan, dan kemauan untuk mencoba terus menerus sampai berhasil. Oleh sebab itu, adversity tampaknya suatu prediktor yang baik bagi keberhasilan wirausaha. Menurut Rogers dan Shoemaker keinovasian seseorang berkaitan dengan adapsi-inovasi. Artinya, semakin inovatif sifat seseorang semakin dia terbuka dan menerima inovasi. Dengan asumsi ini, seorang wirausaha yang memiliki ciri inovatif diharapkan akan menjalankan usahanya secara inovatif pula. Yang pada akhirnya, semua mengarah kepada kewirausahaan yang merupakan kemajuan dan kesejahteraan dunia, bahkan telah menjadi pangkal dari pertumbuhan ekonomi.

A. An Over View: Dunia Usaha di Era Sekarang Ini
Di era globalisasi sekarang ini, dunia telah memasuki babak baru masyarakat global, yakni babak baru dari suatu era masyarakat yang semakin universal dan modern. Sekarang ini, masyarakat dunia dapat saling berinteraksi satu sama lain tanpa dibatasi oleh gerak, ruang, dan waktu
Menurut Peter Drucker (1993) globalisasi merupakan era masyarakat pengetahuan dengan sumber daya utama masyarakat bukan lagi bertumpuh pada alam, namun pada pengetahuan. “That its primary resource will be knowledge”. Masyarakat berubah dari masyarakat tunggal yang berenergi politik, menjadi masyarakat pluralistik yang berenergi ekonomi. Semua institusi pemerintah maupun swasta dari negara-negara di Dunia membuat kompetisi global sebagai sasaran strategi mereka. “All institution have to make global competitiveness as their strategic goal.” (Sinaga, 2005)
Dalam konteks persaingan global yang semakin terbuka seperti sekarang ini, banyak tantangan yang harus dihadapi. Setiap negara harus bersaing dengan menonjolkan keunggulan sumber daya masing-masing. Negara-negara yang unggul dalam sumber dayanya akan memenangkan persaingan. Sebaliknya negara-negara yang tidak memiliki keunggulan bersaing dalam sumber daya akan kalah dalam persaingan dan tidak akan mencapai banyak kemajuan, negara-negara yang memiliki keunggulan bersaing adalah negara yang dapat memperdayakan sumber daya ekonominya (conomic empowering) dan memberdayakan sumber daya manusianya (resources empowering) secara nyata. Sumber-sumber ekonomi dapat diberdayakan apabila sumber daya manusia memiliki keterampilan kreatif dan inovatif. Di Indonesia, sumber daya manusia betul-betul menghadapi tantangan dan persaingan yang kompleks. Tantangan tersebut tampak seperti pada gambar 4.1.
Tampaknya, semua bangsa-bangsa di dunia akan berpacu untuk maju menguasai pengetahuan dan teknologi. Jadilah pengetahuan dan teknologi menjadi sumber daya utama masyarakat dan negara untuk membuka peluang pasar. Kebijakan intenasional seperti AFTA ditingkat ASEAN, APEC, ditingkat Asia Pasifik pada tahun 2008, dan WTO di tingkat dunia pada tahun 2020 merupakan peluang bagi dunia bisnis untuk membuka dan memperebutkan pasar. Muncullah persaingan. Keunggulan komparatif: ketersediaan sumber daya alam dan tenaga kerja bukan jaminan, yang dibutuhkan adalah keunggulan kompetitif: penguasaan sains pengetahuan dan teknologi. Dengan sains pengetahuan dan teknologi, para pelaku bisnis dapat menciptakan nilai, menerobos hambatan, dan membuka peluang.
Sejarah mencatat bahwa banyak penemuan-penemuan atau kejadian yang telah mampu mengubah bagaimana bisnis dilaksanakan secara revolusioner. Secara umum dapat dikatakan bahwa, technological revolution dan globalization of world bussiness adalah dua faktor utama yang telah merubah competitive landscape akhir-akhir ini (Lupiyoadi, 2004).
1. Revolusi teknologi
Saat ini kita berada dalam era informasi. Lebih dari 275 juta orang berlangganan internet. Industri dalam bidang IT tumbuh 2 kali lipat daripada pertumbuhan ekonomi Amerika, da investasi dalam bidang IT mencakup 45% dari total investasi dalam bidang sarana bisnis lainnya. Akan tetapi, ketidakseimbangan penguasaan teknologi menciptakan kesempatan yang sangat luas untuk lahirnya strategi-strategi enterpreneurship yang baru.
2. Globalisasi
Globalisasi didasarkan atas pembangunan ekonomi yang mendunia dengan membuka pasar dalam negeri terhadap persaingan dari luar dengan menghilangkan hambatan perdagangan.

B. Peranan dan Fungsi Kewirausahaan
Bangsa ini kini tengah terperangkap dalam jumlah utang yang signifikan, dan euforia kedaerahan yang mengarah ke disintegrasi bangsa. Indonesia kini hanya bertahan hidup berkat bantuan pinjaman negara-negara donor dan lembaga-lembaga keuangan internasional lainnya menghadapi dilema, yakni, Indonesia berdasarkan rekomendasi dari negara-negara donor, dan lembaga keuangan Internasional seperti IMF dan Bank Dunia harus membuka pasar berdasarkan mekanisme pasar global, menurunkan taraf impor, menaikkan harga BBM dan tarif listrik, dsb. Yang saat ini belum tepat untuk diterapkan mengingat kondisi sosial ekonomi masyarakat yang masih memprihatinkan (sinaga, 2005).
Angka pengangguran yang semakin meningkat, menurunnya daya beli (purchasing power) masyarakat, keterpurukan dunia industri dan perbankan nasional sebagai tulang punggung perekonomian nasional, kualitas SDM yang masih memprihatinkan, dan ketidakpastian program nasional dalam pembangunan berkelanjutan (sustainable developmental) kesemuanya merupakan faktor-faktor yang dilematis di dalam ketidakpastian pemulihan ekonomi Indonesia.
Untuk mengatasi berbagai persoalan bangsa khususnya dalam keterpurukan ekonomi bangsa ini membutuhkan orang-orang yang memiliki jiwa wirausaha, yakni suatu semangat sikap mental positif (SMP) yang mengutamakan kinerja dan produktifitas dalam mengoptimalkan pencapaian target (goals). Oleh karena itu, semakin banyak anak bangsa yang memiliki jiwa wirausaha, semakin terbuka lapangan pekerjaan yang berdampak positif bagi pengurangan pengangguran dan peningkatan daya beli (purchasing power) masyarakat. Dengan demikian, masyarakat akan semakin apresiatif yang berdampak positif bagi kemajuan bangsa dan negara Indonesia tercinta ini. Hal ini jugalah yang mempengaruhi dinamika masyarakat dalam perkembangan bisnis, yakni:
- Perkembangan sains dan teknologi akan mempengaruhi perkembangan dinamika masyarakat.
- Dinamika masyarakat akan mempengaruhi kebutuhan akan sesuatu produk bagi masyarakat.
- Perkembangan kebutuhan produk akan mempengaruhi perkembangan kegiatan bisnis untuk menghasilkan produk tersebut. Lebih lanjut dalam hal ini, perkembangan kegiatan bisnis ini muncul dari fenomena dinamika masyarakat melalui kejelian para enterpreneur dalam merespon, menciptakan solusi tantangan fenomena tersebut menjadi hal yang nyata sebagai suatu peluang-peluang baru di dunia bisnis.

C. Konsep Peranan Kewirausahaan
Berdasarkan diagram konsep peranan kewirausahaan, suatu simpulan dapat diungkapkan bahwa para wirausahawan merupakan generator penggerak perekonomian nasional melalui penciptaan lapangan pekerjaan. Keadaan ini, akan berdampak positif bagi peningkatan daya beli masyarakat dan pendapatan negara. Semakin tinggi pendapatan negara, kemampuan negara untuk membiayai pembangunan secara berkelanjutan semakin terjamin.
Tantangan persaingan global, tantangan pertumbuhan penduduk, tantangan pengangguran, tantangan tanggung jawab sosial, keanekaragaman ketenagakerjaan, dan tantangan etika, tantangan kemajuan tekonologi dan ilmu pengetahuan, dan tantangan gaya hidup beserta kecenderungan-kecenderungannya merupakan tantangan yang saling terkait satu sama lain. Dalam persaingan global, semua sumber daya antar-negara akan bergerak bebas tanpa batas. Sumber daya alam, sumber daya manusia, ilmu pengetahuan, teknologi, dan gaya hidup akan bergerak melewati batas-batas negara. Hanya sumber daya yang memiliki keunggulanlah yang dapat bertahan dalam persaingan. Demikian juga pertumbuhan penduduk dunia yang cepat disertai persaingan yang tinggi akan menimbulkan berbagai angkatan kerja yang kompetitif dan akan menimbulkan pengangguran bagi sumber daya manusia yang tidak memiliki keunggulan dan daya saing yang kuat.
Untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut diperlukan sumber daya yang berkualitas yang dapat menciptakan berbagai keunggulan, baik keunggulan komparatif (comparative advantages) maupun keunggulan kompetitif (competitive advantages), di antaranya melalui proses kreatif dan inovatif wirausaha.
Untuk dapat bersaing di pasar global sangat diperlukan barang dan jasa yang berdaya saing tinggi yaitu barang dan jasa yang memiliki keunggulan-keunggulan tertentu. Untuk menghasilkan barang dan jasa yang berdaya saing tinggi diperlukan tingkat efisiensi yang tinggi. Tingkat efisiensi yang tinggi ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang tinggi, yaitu sumber daya manusia yang profesional dan terampil yang dapat menciptakan nilai tambah baru dan mampu menjawab tantangan baru. Selanjutnya kualitas sumber daya manusia yang tinggi tersebut hanya dapat ditentukan oleh sistem pendidikan yang menghasilkan sumber daya yang kreatif dan inovatif. Sumber daya kreatif dan inovatif hanya terdapat pada wirausaha. Oleh sebab itu wirausahalah yang mampu menciptakan keunggulan bersaing melalui kemampuan menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.





DAFTAR PUSTAKA

Alifuddin, M. 2002. Kiat Manajer Sukses Abad ke-21. Jakarta: Yapensi.

Harefa, A. 2006. Menyongsong Milenium dan Indonesia Baru: Berwirausaha Dari Nol (10 Kiat Sukses Dengan Modal Seadanya). Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Lupiyoadi, R. 2004. Enterpreneurship: From Mindset to Strategy. Edisi Kedua. Jakarta: Fakultas Ekonomi UI.

Riyanti, B.P.D. 2003. Kewirausahaan dari Sudut Pandang Psikologi Kepribadian. Jakarta: Grasindo.

Sinaga, A.BP. 2005. Catatan Kuliah Kewirausahaan. Bandung: Penerbit ITB.

Suryana. 2003. Kewirausahaan: Pedoman Praktis, Kiat dan Proses Menuju Sukses. Jakarta: Salemba Empat.

Tidak ada komentar: